Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Pengais cinta

Udara panas merangsek melalui pori pori

Memeluk erat asa yang berlari 

Menusuk ke dalam sanubari

Menerkam segala mimpi

.

Senja sekelebat hilang

Anak pantai berjalan pulang

Sorot lampu mulai datang 

Meniti niti rasa bimbang

.

Senja…! 

Diam diam pengagummu sudah gila.

Aku hanya pelukis muda yang mengais cinta.

.

.

November 2017

Sajak sufi 

Aku memelukmu lewat doa 

“Sudahlah sayang, aku hanya demam..” celotehmu hanya membuatku semakin terpuruk. 

“Sayang, aku ingin menjengukmu di pembaringanmu”

“Tak usah repot sayang.. Aku cuma kecapean aja.. Doakan aku yaa… Love you” jawabmu enteng 
Sayang kenapa setiap aku menghawatirkanmu, kamu malah selalu seperti angin yang tak peduli dengan apa yang terhempas?,

Malam ini aku merasa di sisi yang berbeda. Tak ada bulan bintang bahkan pendar enggan berlabuh di kepalaku. Rapalan doa dan semua nya sudah kulakukan.

Sayang ku rindu rasa malu malumu di mataku. Bahkan ketika bibir ranummu yang sekarang memucat aku tetap merindukanmu, aku tak peduli seberapa kumuh wajahmu, aku tetap mencintaimu

Sayang, ku tahu kau tak mau ku repotkan. Aku sadar posisi kita yang serba repot telah membuat jarak yang begitu jauh, walau sedekat ini. 

Sayang, yang jauh tak kan terputus doa. Keduanya. Rasa khawatir dan rindu ini menjelma sebagai sinyal yang akan terus menyebut asmamu. Sayang, biarkan saja aku memelukmu dalam bingkisan doa doa yang tersampai lewat sajak di hening malam ini

Untukmu lekas sembuh.

#AL 2017

Aku hanya penyair

Matahari bersinar pongah 

Di sisi langit yang tinggi 

Aku melihat bayang,

Maya 
Asap tembakau dan angan 

Menjelajah hamparan langit

Ada burung dara mati melayang

Jatuh dalam kelam
Kaki kaki telanjang berjalan 

Mencari sosok matahari

Di ikuti bayang bayang hitam 

Kaki lumpuh terkena bayang 
Mentari semakin pongah 

Bersama awan yang begitu birunya 

Aku hanya penyair 

Yang menulis tentang langit dan mentari

#Sajak sufi

AL 2017

Ikrar

Ya ding ya dong 

Aku bilang ding eh kau seenaknya bilang dong

Maumu apa ding 

Dong dong dong 

Aku lebih suka ding dari pada dong 

Ah tetap saja gila dong 

Tak ada jalan lain ding selain dong

Sajak sufi 

AL 2017

Kopi 

Tak ada yang sebaik kopi

Di ceritakannya manisnya kepahitan

Tak ada yang sesantun kopi 

Di jaganya malam agar tak hilang

Tak ada yang sealim kopi 

Di buatnya kafein agar kau ingat mati

Tak ada yang sesabar kopi

Di buatnya kau cara meracik kehidupan

Tak ada yang seromantis kopi

Di buatnya kau menulis bait rindu
Sajak insomnia

AL Agustus 2017